Jumat, 17 Juni 2011

Wah, Trans Studio Buat Macet?

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Trans Studio Buat Macet - Keberadaan Trans Studio Bandung diyakini banyak pihak akan menimbulkan macet, khususnya di Jalan Gatot Subroto. Namun Komisaris Utama PT Para Bandung Propertindo Chairal Tanjung menilai justru dengan kemacetan tata ekonomi akan hidup.

"Bandung ini sudah macet. Jakarta juga macet tapi di situ tata ekonomi jadi hidup," kata Chairal dalam konferensi pers di Trans Studio Bandung, Jumat (17/6/2011). Chairal yang juga adik dari konglomerat Chairul Tanjung.

Ia yakin, keberadaan Trans Studio akan menyedot banyak orang berkunjung ke Bandung. Bahkan ia menargetkan akan ada 3 juta pengunjung per tahun, khusus yang berkunjung ke wahana tersebut.

"Dengan adanya Trans Studio ekonomi Bandung akan naik luar biasa. Di Makassar saja misalnya, mulai dari hunian hotel, penerbangan langsung, transaksi kuliner, itu akan jadi pemasukan luar biasa. Apalagi Trans Studio Bandung dua kali lebih mewah dari yang di Makassar," jelasnya.

Untuk mengantisipasinya, sambung Chairal, pihaknya akan terus koordinasi dan kerjasama dengan Dishub dan Satlantas Polrestabes Bandung.

Wali Kota Bandung Dada Rosada juga tidak menutup mata bahwa Bandung akan semakin macet dengan wahana tersebut.

"Kalaupun macet, itu sudah konsekuensi logis karena kita tidak mungkin melebarkan jalan. Solusinya adalah dengan rekayasa jalan dan menghilangkan parkir di badan jalan," tuturnya.

Dada mengatakan, di 2010 tercatat Kota Bandung punya ruas jalan sepanjang 1.236 kilometer. Ruas jalan itu idealnya hanya mampu menampung 360 ribu mobil. Sementara di lapangan, jumlah mobil mencapai 400 ribu ditambah motor dengan jumlah yang sama.

Sementara itu Presiden Direktur PT Para Bandung Propertindo Wibowo Iman mengatakan Indonesia harus bangga mempunyai Bandung Trans Studio. "Kita sekarang jadi lebih bangga jadi orang Indonesia, karena punya wahana semewah ini," ungkapnya.

Menurutnya, Indonesia harus bangga karena semua desain Trans Studio dikerjakan warga pribumi. Kalaupun ada orang asing, hanya dipekerjakan sebagai teknisi. "Bangsa Indonesia sangat bangga mampu membuat hal seperti ini," ungkap Wibowo.

Chairal Tanjung menambahkan pihaknya berharap keberadaan Trans Studio Bandung bisa diterima masyarakat Bandung. "Kita harap Trans Studio bisa diterima dengan baik," harapnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Andika Satrio (31), mengaku senang bisa mencoba wahana di Trans Studio. Salah satu yang dicobanya adalah Giant Swing.

"Ngeri tapi seru juga. Saya pernah coba yang mirip seperti ini di Hongkong, tapi enggak sengeri ini," kata Andika yang datang dari Jakarta.

itaah informasi seputar trans studio bandung. Semoga bermanfaat..


- Trans Studio Bandung -

Kucheng Group 18 Jun, 2011


--
Source: http://www.blak-blakan.com/2011/06/wah-trans-studio-buat-macet.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Loading....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar