Jumat, 17 Juni 2011

Mei Yiqi, Presiden Abadi Universitas Tsinghua

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

PUTRICANDRAMIDI - "Bukanlah karena bangunannya yang megah membuatnya menjadi sebuah universitas, namun karena para ahli dan masternya." Ini adalah ucapan paling terkenal dari Mei Yiqi saat pidato pengukahannya sebagai presiden Universitas Tsinghua pada tanggal 3 Desember 1931.

Mei Yiqi

Mei Yiqi

Hal ini sangat tepat karena wawasannya ini, selama menjabat sebagai presiden Universitas Tsinghua ia mengundang sejumlah master guru besar bagi Tsinghua dan juga mencetak banyak generasi master guru besar. Di bawah kepemimpinannya, dalam satu dekade, universitas ini menjadi salah satu universitas paling bergengsi di China, dan berada pada peringkat di antara 100 besar lembaga pendidikan tinggi di seluruh dunia. Beliau adalah presiden Universitas Tsinghua selama 17 tahun. Setelah pergi meninggalkan Daratan China, beliau mendirikan Universitas National Tsinghua di Taiwan, sehingga selalu disebut sebagai presiden Tsinghua.

Lahir di Tianjin pada 1889, Mei Yiqi dibesarkan dengan budaya tradisional Tiongkok dan kemudian menempuh studi di Amerika Serikat. Dia mendapat gelar master dibidang Teknik Elektro. Di Amerika, ia menjadi seorang penganut Kristen yang taat. Setelah kembali ke kampung halaman, ia memulai profesinya sebagai profesor fisika di Universitas Tsinghua pada tahun 1916 dan menjabat berturut-turut sebagai dekan dan sekretaris pada Departemen Pendidikan Tinggi.Saat itu, mahasiswa Universitas Tsinghua terkenal sering tidak cocok dengan pemimpin universitas mereka. Beberapa presiden universitas sebelum Mr Mei dipaksa untuk mengundurkan diri di bawah protes mahasiswa.

Namun, ketika Mr Mei diangkat sebagai presiden, mahasiswa Tsinghua yakin bahwa ia adalah orang yang tepat dan meneriakkan slogan-slogan seperti: "Dukung Presiden Mei." Mr Mei adalah orang yang sangat hati-hati dan jarang bergembar-gembor. Dia punya catatan yang baik karena sikapnya yang tenang namun mantap dan gigih. Dia biasa mengatakan: "Manajemen bukanlah asal banyak bicara, tetapi banyak bekerja" Banyak orang menyebutnya sebagai seorang pria pendiam.

Universitas Tsinghua

Universitas Tsinghua

Sebagai presiden, persyaratan Mr Mei bagi dosen potensial yang akan dipekerjakan sangat ketat. Dia sukses mendirikan sebuah sistem administrasi yang terdiri dari komite fakultas, komite penilaian dan komite universitas. Komite penilaian adalah badan legislatif tertinggi, yang menangani pengambilan keputusan dan musyawarah. Komite ini terdiri dari seorang kepala sekolah, dekan, seorang sekretaris jenderal, direktur semua fakultas dan anggota dewan yang terpilih di antara profesor. Dengan sistem ini, universitas menjadi seperti sebuah institusi yang dijalankan oleh para profesor.

Mr Mei sangat mendorong pertukaran Timur dan Barat, terutama bagi dosen yang pergi ke luar negeri untuk memberi ceramah dan mempublikasikan makalah. Dia memperkenalkan sistem cuti panjang, yaitu sistem dimana setelah seorang profesor mengajar selama beberapa tahun tertentu, ia bisa mengambil cuti selama satu tahun untuk belajar di Eropa atau Amerika.Universitas akan tetap membayar setengah dari gaji yang diterima biasanya ditambah biaya perjalanan. Dia juga menganjurkan semua kegiatan seputar pendidikan menekankan pendidikan kebajikan dan jasmani. Dia berkata: "Berbagai pengetahuan dan pengabdian sangat baik bagi manusia. Dengan demikian, kita dapat memperoleh persepsi kehidupan yang seimbang dan tidak bias. Kita perlu memperoleh pemahaman tentang perubahan dalam budaya di seluruh dunia. Jadi, kita dapat memperkaya hidup kita dan memberikan pelayanan yang lebih efektif. "

Tsinghua di bawah kepemimpinan Mr. Mei adalah sangat sulit, sulit untuk masuk, sulit untuk mendapatkan kredit smester dan sulit untuk lulus. Jika seseorang mahasiswa mendapat skor 59,99 dalam mata kuliah apapun maka ia gagal. Tidak seorang pun diizinkan untuk curang dalam tes, hal ini benar-benar adil.

Mr Mei sangat ketat dalam pengeluaran uang. Dia tidak pernah menghabiskan satu sen pun untuk hal yang tidak perlu dan tidak pernah dihabiskan untuk dirinya sendiri. Sementara ia berada di Tsinghua dan mengawasi dari Amerika, ia mencoba untuk berhemat setiap sen. Dia tidak mempekerjakan sopir dan belajar menyetir. Ia juga meminta istrinya Han Yonghua untuk memasak. Setelah menjadi presiden Tsinghua, ia tinggal di kuartal perumahan terbaik di kampus, tetapi dia mengembalikan banyak tunjangan yang seharusnya ia peroleh, dia membayar sendiri pembantunya di rumah, biaya telepon dan dia bahkan mengembalikan dua ton batubara yang disediakan oleh universitas. Dia pernah berkata: "Uang Tsinghua harus digunakan untuk perpustakaan, peralatan, dan membayar dosen."

Di mata banyak orang, Mr Mei adalah pria yang "berbudi luhur". Seorang dosen olahraga yang terkenal bernama Ma Yuehan dari Tsinghua memuji Mr Mei: "Dia adalah pria sejati baik dalam budaya Cina maupun Barat. Semua perilakunya menunjukkan sikap terpuji dari kedua budaya timur dan barat."

Guru Besar Chen Yinke juga memuji Mr Mei: "Jika pemerintah bisa berbicara begitu tepat, sungguh-sungguh dan sesedikit seperti Mr Mei, pemerintah tersebut pasti akan menjadi yang terbaik" Kemudian, seorang dosen sejarah Tsinghua Yanfu Huang, yang memiliki reputasi negatif karena kebawelannya, ingin mencari komentar yang menghina Tuan Mei, tapi gagal.

Pada akhir 1948, militer Komunis China mulai ditempatkan di Beijing. Mr Mei dan banyak intelektual dihadapkan dengan pilihan apakah pergi atau tetap tinggal. Mr Mei akhirnya pergi naik pesawat KMT terakhir dan meninggalkan Beijing. Banyak orang salah paham terhadap pilihannya ini dan berpikir ia dipaksa untuk pergi dari Beijing.

Meskipun Mr Mei adalah anggota Komite Eksekutif Pusat KMT, ia dilindungi banyak siswa dan dosen, termasuk anggota PKC bawah tanah selama protes mahasiswa sebelumnya. Jika Mr Mei memilih tetap tinggal di Beijing, dia tetap akan aman.

Selama beberapa hari-hari terakhir sebelum ia meninggalkan Beijing, para profesor, mahasiswa dan bahkan PKC memintanya untuk tinggal. Apa yang kemudian dipikirkan Mr Mei?

Profesor Tsinghua Wu Zelin kemudian ingat bahwa sebelum kepergiaannya, ia bertemu dengan Mr Mei di gerbang universitas. Dia berkata: "Aku harus pergi. Aku harus melindungi pendanaan Tsinghua. Jika saya tidak pergi, saya tidak punya cara untuk melindungi pendanaan itu."

Apakah yang khawatirkan?

Jelas, keputusan Mr Mei untuk meninggalkan Beijing muncul setelah pertimbangan serius, ia tidak dipaksa untuk pergi meninggalkan Beijing. Salah satu motifnya adalah menghindari PKC yang mengikuti kediktatoran Stalin. Menghindari PKC adalah sikap intelektual liberal pada waktu itu.
Tanpa keraguan, percaya pada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu, Mr Mei tidak bisa bersama dengan Partai Komunis yang ateis, sehingga ia memilih untuk pergi.

Pada bulan Desember 1948, Mr Mei terbang keluar dari Beijing bersama para intelektual lain dengan pesawat khusus yang dikirim oleh KTM. Setelah menghadiri pertemuan PBB bidang pendidikan dan kebudayan UNESCO di Paris, ia menghabiskan enam tahun berikutnya di New York City berunding dengan Yayasan China tentang dana tanggungan, yang memberi subsidi kepada hampir 4000 mahasiswa China dan sarjana yang terdampar di Amerika Serikat, dan menyumbangkan buku dan jurnal kepada perguruan tinggi dan universitas di Taiwan.

Pada tahun 1955, terbang ke Taiwan dari Amerika Serikat, Mr Mei menggunakan dana dari bunga yang diperoleh dari pendanaan Tsinghua untuk mendirikan Institute Penelitian Atom Tsinghua, yang merupakan cikal bakal dari Universitas Tsinghua di Hsinchu, Taiwan. Karena hanya dia seorang diri yang menangani pendanaan bagi Universitas Tsinghua Taiwan, dia disebut sebagai presiden Universitas Tsinghua untuk Taiwan juga.

Mei Yiqi meninggal di Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan pada tanggal 19 Mei 1962.Setelah kematiannya, sekretarisnya menyegel sebuah tas yang selalu dibawa Mr. Mei. Dua minggu kemudian, sekretarisnya membuka tas itu ketika semua pihak hadir. Tas itu berisi laporan rinci dan tepat mengenai pendanaan Tsinghua.

Saat menilai karakter Mr Mei, saya juga mengagumi pengetahuan mendalamnya terhadap setiap situasi. Jika ia memilih untuk tidak pergi pada hari itu, tidak hanya hidupnya yang akan menderita seperti rekan-rekan di Universitas Tsinghua di Beijing, namun juga uang dan dana Tsinghua itu akan tidak ada lagi. (Erabaru/sri)


SUMBER

admin 18 Jun, 2011


--
Source:
http://candramidi.blogspot.com/2011/06/mei-yiqi-presiden-abadi-universitas.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

i-dusdotcom 18 Jun, 2011


--
Source: http://www.i-dus.com/2011/06/mei-yiqi-presiden-abadi-universitas.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Loading....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar